Horizon: Merespon Batas dalam Karya Bebas


Seorang perempuan duduk santai disebuah kursi yang hangat dan nyaman, sembari memeluk kucing kesayangannya. Keduanya lantas menatap keluar jendela, pemandangan kota-kota yang nampak lusuh, dengan penuh perhatian. Kelusuhan kota tersebut, baginya merupakan sebuah pemandangan indah, entah karena ia terlalu terbiasa melihat kelusuhan tersebut sehingga menganggapnya menjadi sebuah keindahan, atau karena selera keindahannya memang adalah kelusuhan kota tersebut. Gambaran ini ditampilkan oleh salah satu lukisan milik I Made Duatmika yang dipamerkan di Galeri Maya Sanur Resort & Spa dalam sebuah pameran bersama yang diberi judul Horizon. Pameran ini dibuka pada tanggal 18 Juni 2018 dan masih berlangsung hingga 31 Juli 2019.
Karya-karya Duatmika banyak menampilkan sosok wanita dengan beragam ekspresi, serta menampilkan beberapa sosok burung ataupun kucing, dimana ia menggunakan media arang untuk melukis sehingga menampilkan lukisan bernuansa monokrom, serta lukisan yang penuh warna dengan menggunakan beragam media.

Selain menampilkan karya-karya Duatmika, pameran ini juga menampilkan karya I Made Romi Sukadana. Romi menampilkan lukisan bergaya abstrak, dimana ia menangkap nuansa alam untuk kemudian dijadikan inspirasi dalam lukisannya. Beberapa diantaranya adalah lukisan berseri berjudul About Nature Series, yang menampilkan enam lukisan. Luksian-lukisan tersebut memiliki dominasi warna yang berbeda-beda, seolah menangkap keragaman alam dari berbagai sisi yang memiliki keunikan dan kekhasan yang tidak akan pernah sama. Seluruh karya yang dipamerkan berjumlah 26.

Horizon sebagai tema pameran dimaknai sebagai garis yang muncul antara permukaan bumi dan langit, sebuah representasi garis yang membatasi antara persepsi mental dan pengalaman yang akhirnya memunculkan banyak keterbatasan, namun menyisipkan inspirasi dan keindahan. Bagi Duatmika sendiri, horizon mengantarkannya pada pemahaman keterhalangan atau keterbatasan yang dibentuk optik, yakni terbatasnya jarak antara imaji optik atas dan bawah. “Dalam ranah eksploratif penciptaan karya seni, yang menjadi penting yang saya hadirkan dalam pameran kali ini adalah proses perjalanan menuju horizon tersebut dengan berbagai macam peristiwa yang saya alami,” terang Duatmika.

Tidak ada komentar

Leave a comment...

Diberdayakan oleh Blogger.