C5 Visual Art Exhibition


Bagian yang selalu menjadi sentilan menarik untuk diamati dalam proses berkesenian adalah mengamati proses terjadinya suatu karya. Proses tersebut kemudian diingat dan dikemukakan menjadi sebuah judul besar yang memayungi semangat para seniman yang disatukan melalui sebuah pameran bersama.
Sebuah kelompok perupa yang menggabungkan aliran semangatnya lewat nama C5 kemudian mengadakan pameran yang akan diselenggarakan mulai dari tanggal 11 Januari 2019 hingga 28 Februari 2019 di Santrian Galeri. Dalam pameran kelompok tersebut, terdapat 13 seniman yang memamerkan 25 karya, yang tentunya mereka ciptakan sebagai ungkapan kesatuan nilai yang selaras, diantaranya adalah Agus ‘baqul’ Purnomo, I Nyoman Diwarupa, Galung Wiratmaja, I Ketut Agus Murdika, I Ketut Sugantika (Lekung), I Komang Trisno Adi Wirawan, I Wayan Arnata, Ipong Purnama Sidhi, Iqrar Dinata, Laila Tifah, M. Dwi Marianto, Nofria Doni Fitri, serta Syahrizal Koto.


Lahirnya pameran C5 ini tidak terlepas dari diutarakannya gagasan M Dwi Marianto yang pernah terlibat dalam suatu pembicaraan tentang hikmah bulan ramadhan. C5, sebagaimana dijelaskan oleh kurator pameran ini, Janu Pu, merupakan sebuah simbol dari semangat yang mewakili critical (kritis), communication (komunikasi), collaboration - cooperation (kolaborasi - kooperasi) dan creativity (kreativitas). Kata kritis mewakili semangat untuk tidak mudah berpuas diri, sehingga dalam proses kreatif berkesenian, setiap ide selalu ditimbang, diuji, dan dievaluasi guna menghasilkan ide baru lainnya. Komunikasi mewakili bahwa sebuah karya digunakan sebagai pesan yang dapat diterima oleh penikmat seni, sebuah kemudahan untuk terhubungnya ide dan pemikiran para seniman kepada penikmat seni. Kolaborasi dan kooperasi mewakili kerjasama yang membantu perwujudan kemungkinan-kemungkinan tak terduga dari kumpulan ide berbeda sehingga menjadi unsur penting dalam seni, yaitu kejutan. Sedangkan kata kreatif merupakan unsur dasar dalam seni yang mewakili kemampuan untuk mencipta sesuatu yang baru.
Janu Pu juga menerangkan bahwa pameran ini merupakan jembatan antara dunia sunyi tempat para seniman mencipta karya, menuju dunia riuh yang terhubung dalam hubungan dan interaksi dengan manusia lain maupun lingkungan.

Belum terlambat untuk menyaksikan sendiri pemikiran-pemikiran yang terpancar dari karya yang dipamerkan, serta mendapat ruang berdiskusi dengan para senimannya. Pameran ini akan dibuka hari ini, Jumat, 11 November 2019 pada pukul 18.30.

Tidak ada komentar

Leave a comment...

Diberdayakan oleh Blogger.