Nurul J. Darmawan: Mrs. Independent

       Bila boleh ku sebut, Mbak Nurul adalah sepotong puzzel guru kehidupan yang harus ada untuk melengkapi pengalaman hidupku. Kalimat tersebut mungkin terkesan melebih - lebihkan, namun apa yang diam - diam ku adopsi dari pengalaman hidupnya benar - benar adalah sebuah 'pertolongan'. 

       Ia adalah mahasiswi luar biasa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Buleleng. Luar biasanya yang pertama adalah sebab umurnya jauh diatas umur mahasiswa umumnya. Luar biasanya yang kedua adalah sebab ia tak hanya menyandang gelar mahasiswa hanya sebagai mahasiswa. Ia adalah mahasiswi Bahasa Inggris di Buleleng, namun setiap hari tertentu, ia menjelma menjadi dosen di salah satu akademi pramugari di Denpasar.
       Pertemuan kami diawali dari hubungan telpon untuk memintanya menjadi salah satu peserta English Debating Championship sebagai perwakilan Buleleng, kemudian setelahnya malah sering bertemu dalam setiap kegiatan di suatu organisasi. Ia sering berbicar random tentang kehidupannya. Ia adalah orang yang anggun, namun bila bercerita, setiap ceritanya pasti mampu dibuat lucu. Aku adalah salah satu orang yang tak bernah absen untuk tertawa setiap mendengar ia bercerita.
       Namun biar aku selalu tertawa terpingkal - pingkal pun, aku diam - diam selalu menyimpan sesuatu untuk diriku dari cerita- ceritanya. Perjalanan hidupnya sangat panjang. Meski usianya tidak muda lagi, namun ia benar - benar membuat setiap jengkal kehidupannya selalu muda. Ia adalah seorang pembelajar yang tekun. Ku pikir awalnya ia kuliah di usianya kini dengan tujuan untuk menyelesaikan gelar s1 untuk kepentingan kenaikan jabatan, sebab belakangan ini aku sering melihat pegawai maupun guru - guru kuliah lagi dengan tujuan tersebut. Namun ternyata aku salah telak. Ia sempat bercerita bahwa ia kuliah karena ia tidak ada kerjaan. Alasan yang jarang terlintas dipikiran orang kebanyakan, namun ia benar - benar berpikiran seperti itu. Sebelum menikah, ia pernah kuliah s1 ekonomi, kemudian setelahnya ia mencari diploma sekertaris. Setelah sempat bekerja sebentar, teman kantornya menyarankan ia untuk menjadi seorang pramugari. Dengan kepolosannya, dia mengikuti saran tersebut dan jadilah ia seorang pramugari. Setelah menikmati dunia penerbangan cukup lama, Mbak Nurul lantas menikah, memiliki anak, dan sekarang melanjutkan pendidikan s1 Bahasa Inggrisnya. WOW!! Perjalanan pendidikannya tak hanya berhenti sampai sana. Baru - baru ini ia mengikuti pelatihan menjadi trainer di salah satu maskapai penerbangan, sehingga setelahnya ia dipinang untuk mengajar para calon pramugari di dua kampus berbeda. 
       Ia mengaku bahwa dirinya memang sangat suka belajar, pasti, karena bila tidak, ia tak akan memilih perjalanan seperti itu dalam hidupnya. Tentu aku kagum. Pemikirannya dan semangatnya tak pernah menua, konsisten ingin bertumbuh tanpa terhalang usia. Dan sepertinya pemikiran yang selalu muda itu membuatnya tetap tampil sangat muda, cantik dan anggun di usianya sekarang.


       Mbak Nurul sering membuatku manggut - manggut sendiri. Aku tak hanya belajar tentang semangat yang tak pernah pudar, tetapi aku juga belajar keikhlasan yang murni darinya. Ia menyebut dirinya itu cuek, tidak pernah memikirkan apapun yang akan menyakiti hatinya, dan berupaya selalu bahagia. Jadi ketika ada yang menjelek - jelekannya atau membuat hatinya tak enak, dia selalu memilih mengambil makna positif, ah mungkin mereka sedang jelek suasana hatinya, ah mungkin mereka sedang ada masalah makanya bertindak kurang baik, dan sejenisnya. Ia juga tak pernah membalas ketika diperlakukan tidak adil. Satu - satunya hal yang dia lakukan adalah tetap bersikap baik dan fokus untuk menikmati hal - hal yang membuatnya bahagia. Aku awalnya terbelalak, tak pernah melihat orang yang benar - benar mampu bersikap seperti itu sebelumnya. Yang ku tahu, orang - orang pasti selalu akan bereaksi pada hal yang tidak sesuai dengan keadaan yang sesuai dengan harapannya, namun ia menolak untuk itu, lebih baik tetap menjadi bahagia, dari pada memikirkan derita, prinsipnya.
       Ia membuatku berkali - kali merenung. Tak hanya menunjukkan gambaran sempurna bagaimana menjadi wanita yang teguh, tangguh dan mandiri, namun juga mengajarkan suatu keberanian lewat kemurnian sikapnya. Ia menghidupkan aku untuk bergerak memperbaiki diri, sehingga mampu memiliki hati wanita sejati. Ia benar - benar adalah makhluk dengan cahaya yang indah.



Diberdayakan oleh Blogger.